Optimasi Biaya Distribusi Pada Kasus Tidak seimbang Menggunakan Metode Transportasi

Studi Kasus CV. Banyu Biru Alam

Authors

  • yaya kuryati Universitas PGRI Ronggolawe
  • Lilik Muzdalifah Universitas PGRI Ronggolawe
  • Nia Nurfitria Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Keywords:

Transportasi, nort west corner, stepping stone, POM-QM for windows

Abstract

Banyu Biru Alam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi jagung yang berlokasi di Desa Mander Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban. Selain di Tuban CV. Banyu Biru Alam memiliki gudang pembantu di Gunung Kidul Jogjakarta. Untuk mendistribusikan produknya, CV. Banyu Biru Alam memerlukan sarana transportasi ke daerah-daerah tujuan pengiriman. Pengiriman barang dilakukan perusahaan ke daerah tujuan berdasarkan jumlah permintaan. Sebagai perusahaan distributor, CV. Banyu Biru Alan berperan menyalurkan produk dari gudang ke pabrik atau konsumen. Masalah yang sering dihadapi terkait pendistribusian adalah suatu produk atau komoditas dari sejumlah persediaan (supply) kepada sejumlah permintaan (demand) adalah biaya distribusi yang belum optimal. Hal ini dikarenakan tidak seimbangnya distribusi barang karena dengan adanya pengaruh musim. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang agar biaya transportasi yang dikeluarkan seminimal mungkin. Dengan menggunakan model transportasi, ditentukan alokasi pendistribusian produk dari sumber kepada tujuan untuk mendapatkan biaya pengiriman yang lebih rendah/optimal. Dengan bantuan software POM-QM, didapatkan gudang BBA disarankan untuk mendistribusikan produk ke pabrik Haida Pier, Panca Patriot, Malindo GBG, Wonokoyo, Indocheem, japfa Mrg, Malindo Surabaya, dan CJ Feed Jombang, sedangkan gudang Cassava disarankan untuk mendistribusikan produk ke Pabrik Wonokoyo, CPI Surabaya, Japfa Godong, CPI semarang, DMC, Cj Feed, dan PT. Sari Rosa. Pendistribusian produk jagung di CV. Banyu Biru Alam pada tahun 2021 sebesar Rp. 12.011.182, dengan menggunakan metode transportasi didapatkan hasil yang optimal. Total biaya transportasi untuk solusi awal menggunakan metode pojok kiri atas pojok kanan bawah (North West Corner Method) = Rp. 12.073,010, dan uji optimal menggunakan metode batu loncatan (Stepping Stone Method) didapatkan hasil yang optimal adalah: Rp. 11.339.761. Sehingga dengan perhitungan optimasi perusahaan dapat menghemat Rp. 671.421.

References

Anggini, W. Y., & Mulyadi, M. (2020). Strategi Pengajaran “Berbicara (Speaking)” Bahasa Inggris pada Siswa SMA. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(2), 52–57.

Fitriana, D., Muzdalifah, L., & Nurfitria, N. (2018). Implementasi Modified Distributon (MODI) Method Untuk Meminimumkan Biaya Distribusi Songkok Pada UD. Arief Jaya. Prosiding SNasPPM, 3(1), 425–430.

Ardhyani, I. W. (2017). Mengoptimalkan Biaya Distribusi Pakan Ternak Dengan Menggunakan Metode Transportasi (Studi Kasus di PT. X Krian). Teknika: Engineering and Sains Journal, 1(2), 95–100.

Soplanit, P. P. G., Dundu, A. K. T., & Mangare, J. B. (2019). Optimasi Biaya Distribusi Material Dengan Kombinasi Metode Nwc (North West Corner) Dan Modi (Modified Distribution) Pada Proyek Pembangunan Jembatan Di Sulawesi Utara. Jurnal Sipil Statik, 7(12).

Suharyanto, B. (2009). Analisis biaya saluran distribusi pada PT. Tunggal Dara Indonesia Wonogiri.

Additional Files

Published

2023-01-29

How to Cite

kuryati, yaya, Muzdalifah, L., & Nurfitria, N. (2023). Optimasi Biaya Distribusi Pada Kasus Tidak seimbang Menggunakan Metode Transportasi: Studi Kasus CV. Banyu Biru Alam. Prosiding SNasPPM, 7(2), 1333–1338. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/1558