PELATIHAN PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI TK

  • Kholifah Kholifah Universitas PGRI Ronggolawe
Keywords: Program, Bimbingan Konseling

Abstract

Kehidupan merupakan karunia Tuhan yang harus dijalani oleh semua makhluk ciptaanNya. Manusia dalam menjalani kehidupannya bukan tidak mungkin akan menemui masalah, yang mau tidak mau harus dihadapi. Masalah dapat diantisipasi agar tidak terjadi, kalaupun sudah terlanjur terjadi harus dicari jalan keluarnya. Anak usia dini ada pada masa perkembangan yang sangat pesat, terdapat enam aspek yang harus dikembangkan yaitu kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional, moral agama, seni budaya. Mengembangkannya harus seimbang dan selaras, karena usia dini merupakan dasar awal perkembangan selanjutnya. Selama perkembangannya diharapkan tidak terjadi permasalahan atau dihindarkan terjadinya masalah (preventif), dan harus diselesaikan jika permasalahan sudah terlanjur terjadi (kuratif). Bimbingan konseling merupakan bagian dari kegiatan pendidikan yang memiliki fungsi membantu mengembangkan potensi anak dan membantu menyelesaikan permasalahan anak. Untuk keberlangsungan pelayanan bimbingan konseling yang memadai, diperlukan program kerja yang jelas, sehingga akan berdampak kejelasan arah, tujuan dan tarjet yang diinginkan. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu keterbatasan fihak sekolah dalam memberikan pelayanan bimbingan konseling yang tepat sasaran. Melalui langkah awal penyusunan program bimbingan konseling yang efektif dan efisien diharapkan fihak sekolah dapat memberikan pelayanan  perkembangan anak usia dini

References

[1] ABKIN (2004). Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Publikasi Jurusan PBB-FIP-UPI.
[2] Dahlan, M.D. (2003). Perspektif Filosofis-Relegius dalam Pengembangan Profesi Bimbingan Konseling. Dalam kumpulan makalah utama Konversi National XIII Bimbingan Konseling. Darajat,
[3] EL Fiah. Rifda. (2017). Bimbngan dan Konseling Anak Usia Dini. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
[4] Hornby, A.S. & Parnwel, E.C. (1972). Oxford Progressive English, Readers Dictionary. Oxford: Oxford Univercit Press.
[5] Kartadinata, Sunaryo. (2000). ‘Pendidikan Untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Bermutu Memasuki Abad XXI: Implikasi Bimbingannya”. Jurnal Psikopedagogia. 1. (1).1-12.
[6] Miller, F.W. (1961). Guidance Principles and Services. Ohio: Miller Columbus.
[7] Natawidjaya, Rochman. (983). Bimbingan Penyuluhan di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Gunung Agung.
[8] Nurihsan, J. (2006). Akhlak Mulia dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islami, Bandung: Rizqi Press.
[9] Shertzer, B.& Stone, Shelly C. (1980). Fundamentals of Counseling. Boston: Houhton Miffin Company.
[10] Smith, E.W, Krouse, S.W. Atkinson,M.M. (1966). The Educator’s Encyclopedia. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
[11] Susanto, Ahmad. (2011). Bimbingan & Konseling di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Prenadamedia Group.
[12] Syaodih, Ernawulan. (2004). Peranan Bimbingan Guru, Pengasuhan Orang tua, Dan Interaksi Teman Sebaya Terhadap Perkembangan Perilaku Sosial Anak” Thesis. Bandung: SPs UPI Bandung. Tidak diterbitkan.
[13] Traxler, A.G. (1957). Techniques of Guidance. New York: Harper.
[14] Undang-undang RI Nomor. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Penerbit Sinar Grafika.
[15] Yusuf LN, Syamsu, dan Juntika Nurihsan, A. (2008). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Maestro.
Published
2019-09-21
How to Cite
Kholifah , K. (2019). PELATIHAN PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING DI TK. Prosiding SNasPPM, 4(1), 268-275. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/243