SISTEM SAPAAN BAHASA BIMA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

  • Sarujin Sarujin Universitas PGRI Ronggolawe
  • Wahyu Mulyani Universitas PGRI Ronggolawe
Keywords: Sapaan, Bahasa Bima

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang  bentuk kata sapaan bahasa Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu berusaha memberikan gambaran obyektif tentang bentuk kata sapaan bahasa Bima. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi langsung dan wawancara dengan penutur asli bahasa Bima. Observasi diarahkan kepada pemakai bahasa Bima secara lisan dengan memperhatikan unsur-unsur bahasa yang digunakan. Wawancara dilakukan dengan  penutur asli bahasa Bima yang bekerja di Jawa dan penutur asli bahasa Bima yang ada di daerahnya.    Berdasarkan hasil penelitian maka bentuk kata sapaan bahasa Bima ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu. 1) kata sapaan menurut jenis kelamin.Misalnya, anak laki-laki disapa “ ana mone” (anak laki); anak perempuan disapa “ana siwe” (anak perempuan); 2) kata sapaan menurut usia. Misalnya, kekek disapa “ompu” (kakek).

References

[1] Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Liinguistik. Jakarta:PT Gramedia
[2] Poerwadarminta.1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia
[3] Chaer Abdul dan Agus Leonie. 2010. Sosiolinguistik, Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta
[4] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1998. Fonologi Bahasa Bima. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Published
2019-09-21
How to Cite
Sarujin, S., & Wahyu Mulyani. (2019). SISTEM SAPAAN BAHASA BIMA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK). Prosiding SNasPPM, 4(1), 140-144. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/269