EKSPLORASI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) PADA LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU KAPUR DAN STATUS INFEKSINYA TERHADAP AKAR JAGUNG (Zea mays)

  • Dwi Oktafitria Universitas PGRI Ronggolawe
  • Kuntum Febriyantiningrum Universitas PGRI Ronggolawe
  • Nia Nurfitria Universitas PGRI Ronggolawe
  • Nurul Jadid Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Kristanti Indah Purwani Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Nonik Sumarsih Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Husnul Khotimah Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Dewi Hidayati Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Eko Purnomo PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Keywords: Mikoriza, infeksi akar, revegetasi, jagung, batu kapur

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan spora jamur mikoriza vesikula vesikula arbuskula (MVA) pada tegakan Leucaena leucocephala di lahan revegetasi pasca tambang batu kapur yang kemudian diinokulasi pada tanaman Zea mays untuk melihat waktu yang dibutuhkan MVA tersebut untuk menginfeksi akarnya. Sehingga diharapkan penelitian ini mampu memberikan informasi mengenai keanekaragaman spora MVA di lahan revegetasi pasca tambang kapur untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai MVA lokal yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman sekitar lahan tambang batu kapur. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional deskriptif. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode komposit yang selanjutnya dilakukan pengujian parameter fisika (tekstur) dan kimia tanah (pH, C-Organik, N Total, C/N, P-Olsen, K, Na, Ca, Mg, KTK, Jumlah Basa, Kejenuhan Basa). Isolasi MVA dilakukan dengan metode tuang saring basah yang selanjutnya diidentifikasi. Perbanyakan spora dilakukan dengan menggunakan tanaman inang Zea mays. Pengamatan infeksi akar dilakukan dengan metode clearing dan staining. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa terdapat 4 genus MVA yaitu Acaulospora, Glomus, Gigaspora dan Scutellospora dengan kepadatan paling tinggi adalah genus Acaulospora (100/100gr) dengan kualitas tanah yang rendah. Percampuran genus Acaulospora, Glomus, Gigaspora dan Scutellospora indigenous dari tanah lahan revegetasi pasca tambang batu kapur diketahui mampu dengan cepat menginfeksi akar Zea mays mulai hari ke-80 atau 20 hari setelah dilakukan pencekaman kekeringan tanpa air. Oleh karena itu dapat direkomendasikan bahwa genus MVA indigenous lahan revegetasi pasca tambang batu kapur dapat dijadikan sebagai biofertilizer untuk tanaman lokal sekitar lahan tambang batu kapur.

References

[1] D. Oktafitria et al., “Kajian Keanekaragaman Serangga Terbang Di Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batu Kapur PT. Semen Indonnesia (Persero) Tbk. Kabupaten Tuban,” in Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2018, no. September, pp. 431–437.
[2] D. Oktafitria et al., “Short Communication: Assessment of reclamation success of former limestone quarries in Tuban, Indonesia, based on soil arthropod diversity and soil organic carbon content,” Biodiversitas J. Biol. Divers., vol. 20, no. 6, pp. 1743–1747, 2019.
[3] D. Puspitasari, K. I. Purwani, and A. Muhibuddin, “Eksplorasi Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) Indigenous pada Lahan Jagung di Desa Torjun, Sampang Madura,” J. Sains Dan Seni ITS, vol. 1, no. 2, pp. 19–22, 2012.
[4] A. M. Kandari et al., “Analysis Of Existence And Diversity Index of Arbuscular Mycorrhizal Jamur (AMF) In The Rhizosphere Kalapi (Kalappia celebica Kosterm) On Two Different Growing Environment In The Kolaka Regency,” J. Ecogreen, vol. 2, no. 1, pp. 21–30, 2016.
[5] T. O. Adiaty, R. Linda, and Mukarlina, “Jamur Mikoriza Vesikular Vesikula arbuskular (MVA) Pada Tiga Jenis Tanah Rhizosfer Tumbuhan Lakum (Cayratia trifolia (L .) Domi),” J. Protobiont, vol. 7, no. 3, pp. 83–89, 2018.
[6] Y. Yusrinawati and I. M. Sudantha, “Peranan Jamur Mikoriza Vesikula arbuskular (MVA) Dalam Meningkatkan Ketahanan kekeringan, Ketahanan, Penyakit, Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanaman Bawang,” Universitas Mataram, 2016.
[7] O. N. Ula, M. M. Airtur, and P. O. Bako, “Eksplorasi Jamur Mikoriza Vesikula arbuskula (MVA) Pada Rhizosfer Jagung Di Kabupaten Kupang,” J. Agrisa, vol. 7, no. 2, pp. 326–335, 2018.
[8] S. Supriyadi, “Kandungan bahan organik sebagai dasar pengelolaan tanah di lahan kering madura,” J. Embryo, vol. 5, no. 2, pp. 176–183, 2008.
[9] M. Muhammad and H. Setyaningrum, “Eksplorasi Dan Aplikasi Mikoriza Sebagai Masukan Teknologi Pupuk Hayati Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Mutu Melon,” J. Agroqua, vol. 15, no. 2, pp. 1–12, 2017.
[10] W. Astiko and I. M. Sudantha, “Upaya Peningkatan Produksi Jagung Dengan Memanfaatkan Pupuk Hayati Mikoriza Vesikula arbuskular,” J. Abdi Insa. Unram, vol. 3, no. 2, pp. 36–41, 2016.
[11] Hifnalisa, A. S, T. Sabrina, and T. C. Nisa, “Infektivitas Jamur Mikoriza Vesikula arbuskular Dan Kemampuannya Meningkatkan Kadar P Daun Bibit Kopi Arabika Di Tanah Andisol,” in Prosiding Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), 2018, pp. 342–347.
[12] R. Prayudyaningsih, “Pertumbuhan Semai Alstonia scholaris, Acacia auriculiformis dan Muntingia calabura Yang Diinokulasi Jamur Mikoriza Vesikula arbuskula Pada Media TAnah Bekas Tambang Kapur,” J. Penelit. Kehutan. Wallacea, vol. 3, no. 1, pp. 13–24, 2014.
[13] E. N. Octavianti and D. Ermavitalini, “Identifikasi Mikoriza dari Lahan Desa Poteran, Pulau Poteran, Sumenep Madura,” J. Sains POMITS, vol. 3, no. 2, pp. 53–57, 2014.
[14] B. Saputra, R. Linda, and I. Lovadi, “Jamur Mikoriza Vesikular Vesikula arbuskular (MVA) pada Tiga Jenis Tanah Rhizosfer Tanaman Pisang Nipah (Musa paradisiaca L . var . nipah) Di Kabupaten Pontianak,” J. Protobiont, vol. 4, no. 1, pp. 160–169, 2015.
[15] M. Brundrett, N. Bougher, B. Dell, T. Grove, and N. Malajczuk, Working with Mycorrhizas for Forestry and Agriculture, no. Agustus. 1994.
[16] E. Sukmawaty, H. Hafsan, and A. Asriani, “Identifikasi Cendawan Mikoriza Vesikula arbuskula Dari Perakaran Tanaman Pertanian,” J. Biog., vol. 4, no. 1, pp. 16–20, 2016.
[17] Y. Syamsiyah, Yuliani, “Kepadatan Spora dan Status Infeksi Mikoriza Vesikula Vesikula arbuskula di Rizosfer Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas Lokal Jawa Timur pada Lahan Cekaman Kekeringan,” Berk. Ilm. Biol. Lentera Bio, vol. 8, no. 2, pp. 120–126, 2019.
[18] R. Prayudyaningsih and R. Sari, “Aplikasi Jamur Mikoriza Vesikula arbuskula (MVA) Dan Kompos Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Jati (Tectona grandis Linn.f. ) Pada Media Tanah Bekas Tambang Kapur,” J. Penelit. Kehutan. Wallacea, vol. 5, no. 1, pp. 37–46, 2016.
[19] O. D. Hajoeningtijas and A. Suyadi, “Transfer Teknologi Perbanyakan Pupuk Hayati Mikoriza Pada Petani Sebagai Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan,” Agritech J. Fak. Pertan. Univ. Muhammadiyah Purwokerto, vol. 13, no. 2, pp. 125–139, 2011.
[20] R. Ura, S. A. Paembonan, and A. Umar, “Karakteristik Jamur Vesikula arbuskular Mikoriza Genus Glomus Pada Akar Beberapa Jenis Pohon Di Hutan Kota Universitas Hasanuddin Tamalanrea,” J. Alam dan Lingkung., vol. 6, no. 11, pp. 16–21, 2015.
[21] S. D. Nurtjahyani, D. Oktafitria, S. Sriwulan, N. M. Ashuri, I. Cintamulya, and E. Purnomo, “Identifikasi dan Karakterisasi Keanekaragaman Mikoriza pada Lahan Reklamasi Bekas Penambangan Batu Kapur di Kabupaten Tuban,” in Prosiding Seminar Nasional VI Hayati 2018, 2018, pp. 291–299.
[22] G. Gusmawartati, H. Hapsoh, and I. E. Subra, “Isolasi dan Identifikasi Mikoriza Asal Tanah Gambut di Bawah Tegakan Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq .) di Beberapa Kabupaten di Riau,” J. Agroteknologi Trop., vol. 3, no. 1, pp. 19–26, 2014.
[23] A. H. Simanungkalit, A. S. Hanafiah, and T. Sabrina, “Uji Potensi Beberapa Jenis Jamur Mikoriza Vesikular Vesikula arbuskular (MVA) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Inseptisol,” J. Agroekoteknologi, vol. 7, no. 1, pp. 213–222, 2019.
Published
2019-09-21
How to Cite
Dwi Oktafitria, Kuntum Febriyantiningrum, Nia Nurfitria, Nurul Jadid, Kristanti Indah Purwani, Nonik Sumarsih, Husnul Khotimah, Dewi Hidayati, & Eko Purnomo. (2019). EKSPLORASI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) PADA LAHAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU KAPUR DAN STATUS INFEKSINYA TERHADAP AKAR JAGUNG (Zea mays) . Prosiding SNasPPM, 4(1), 63-70. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/281