PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK KHOIRIYATUSSIBYAN

  • Dwi Imam Efendi Universitas PGRI Ronggolawe
  • Ifa Aristia Sandra E. Universitas PGRI Ronggolawe
Keywords: Ladder Drill, Kelincahan, Anak usia dini

Abstract

Kelincahan merupakan kombinasi dari kekuatan, waktu reaksi, kecepatan gerak, power dan koordinasi. Selain itu kelincahan menjadi bagian dari kemampuan biomotorik yang kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan ladder drill terhadap kelincahan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen. Desain atau rancangan penelitian ini adalah randomized control group pretest-posttest design. Sasaran dari penelitian ini adalah anak kelompok B Taman Kanak-kanak Khoiriyatussibyan sebanyak 20 anak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan posttes tes kelincahan dengan menggunakan shuttle run. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian latihan ladder drill terhadap kelincahan anak kelompok B di Taman Kanak-kanak Khoiriyatussibyan.

References

[1] Asdep PTPK, Kemenegpora. 2007. Pelatihan Pelatih Fisik Level 1. Jakarta: Kemenegpora.
[2] Balley, JA. 1982. The Atlete Guide : Increasing Strength, Power and Agility. New York : Parker Publishing.
[3] Barbero-Alvarez, J. C., Soto, V. M., Barbero-Alvarez, V., & Granda-Vera, J. (2008). Match analysis and heart rate of futsal players during competition. J Sports Sci, 26(1), 63-73.
[4] Barros, R. M., Misuta, M. S., Menezes, R. P., Figueroa, P. J., Moura, F. A., Cunha, S. A., et al. (2007). Analysis of the distances covered by first division Brazilian soccer players obtained with an automatic tracking method. Journal of Sports Science and Medicine, 6, 10.
[5] Bloomfield, J., R. Polman, P. O’Donoghue, and L. McNaughton. 2007. Efective Speed And Agility Conditioning Methodology For Random Intermittent Dynamic Type Sports. Journal of Strength and Conditioning Research, 2007, 21(4), 1093–1100.
[6] Bolton, B. 2006. Ladder And Functional Block Programing. Journal of Sports Science and Medicine, chapter 11.
[7] Bompa, T. O. 1994. The Theory and Metodology of Training. USA : Kendall/Hunt, Publishing Company.
[8] Castagna, C., D'Ottavio, S., Granda Vera, J., & Barbero Alvarez, J. C. (2009). Match demands of professional Futsal: a case study. J Sci Med Sport, 12(4), 490-494.
[9] Costello, Frank and Kreis, E.J. 1993. Sports Agility. Taylor Sports Publishing, Inc., Nashville, Tennessee. http://www.SportAgility/.html diunduh pada tanggal 9 Desember 2012.
[10] Davis, B. et al. 2000. Physical Education and the Study of Sport. United Kingdom: Harcourt Publishers Ltd. http://www.sport-fitness-advisor.com/.html diunduh pada tanggal 9 Desember 2012.
[11] Efendi, Dwi imam & Ifa A sandra. Pengaruh Permainan Tradisional Bentengan Terhadap Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia Dini. Prosiding Seminar SnasPPM I, 28-32. Unirow. Jawa Timur, Tuban
[12] Glaister, M., Hauck, H., Abraham, C.S., Merry, K.L., Beaver, D., Woods, B., and Mclnnes, G. 2009. “Familiarization, reliability, and comparability of a 40-m maximal shuttle run test”. Journal of Sport Science and Medicine. Vol-8. March 2009. pp. 77-82
[13] Harsono, 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis Dalam Coaching. Semarang : Dahara Prize.
[14] Harsono, 2001. Latihan Kondisi Fisik. Bandung: Program Pascasarjana UPI.
[15] Irawan, Andri. 2009. Teknik Dasar Modern Futsal. Jakarta: Pena Pundi Aksara.
[16] J ensen Claine, R. Fisher, Garth A, 1977. Scientific Basisi Athletic Conditioning, Philadelphia : Lea dan Febigent.
[17] Jones, R. 2007. Agility Ladder For Lineman. United States. http://www.agilitydrillsforfootball.html diunduh tanggal 11 Nopember 2012.
[18] Kanca, I Nyoman. 2006. Buku Ajar. Metodologi Penelitian Keolahragaan. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.
[19] King, Melissa. 2005. Speed and Agility Ladder. http://www.hostedfootball.ne/QuickfootLadder.html diunduh tanggal 11 Nopember 2012.
[20] King, Melissa. 2007. Power System. http//power-system.com.html diunduh pada tanggal 15 Nopember 2012.
[21] Mackenzie, B. 1996. Weight Training. United Kingdom. http://www.brianmac.co.uk/agility.html diunduh pada tanggal 9 Nopember 2012.
[22] McLaughlin, Mike. 2003. The Best Agility Drills. http://www.livestrong.com/the-best-agility-drills.html diunduh pada tanggal 28 Nopember 2012
[23] Maksum, Ali. 2009. Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya : Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Surabaya.
[24] Maksum, Ali. 2012. Metodologi Penelitian dalam Olahraga. Surabaya : Unesa University Press.
[25] Mikawa, K. & Senjyu, H. 2001. “Development Of A Field Test For Evaluating Aerobic Fitness In Midlle-Aged Adult: Validity Of A 15-m Incremental Shuttle Walk and Run Test”. Journal of Sport Science and Medicine. Vol-10. December 2011. pp. 712-717.
[26] Mulyanto, T.Y. 2005. “Metode Latihan Lari Cepat 100 Meter”. Jurnal IPTEK Olahraga. Vol-7, No.3, September 2005.pp. 143-159.
[27] Nala, Ngurah. 1998. Prinsip Pepelatihan Fisik Olahraga. Denpasar : PPs Universitas Udayana.
[28] Nurhasan, dkk. 2005. Petunjuk Praktis Pendidikan Jasmani. Surabaya : Unesa University Press.
[29] Program Pascasarjana Unesa. 2012. Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi. Surabaya: PPs Unesa.
[30] Raynolds, T. 2002. The Ultimate Ultimate Agility Ladder Guide. California. www.The UltimateAgilityLadderGuide.html diunduh pada tanggal 10 Nopember 2012.
[31] Riyanto, Yatim. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Surabaya : Unesa University Press.
[32] Sajoto, Mochamad. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik. Semarang : Dahara Prize.
[33] Sajoto, Mochamad. 1988. Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Jakarta : Ditjen Dikti, Depdikbud.
[34] Slinger, J.D., Verstappen, F.T., Breda, E.V., and Kuipers, H. 2006. “The Effect Of Body Build And BMI On Aerobic Test Performance In School Children (10-15 Years)”. Journal of Sport Science and Medicine. Vol-5. December 2006. pp. 699-706.
[35] Sudarso. 2005. “Pengaruh Latihan Shuttle Run dan Three Corner Drill Terhadap Kelincahan Bagi Atlet Hockey Putra Klub Putra Mandiri Mijen Kota Semarang Tahun 2005”. Skripsi sarjana Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
[36] Sujianto, 2009. Aplikasi Statistik dengan SPSS 16.0. Jakarta : PT. Prestasi Pustakaraya.
[37] Sukadiyanto dan Muluk, D. 2011. Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung : Lubuk Agung.
[38] Sriundy, M.I.M. 2010. Pengantar Evaluasi Pengajaran. Surabaya Unesa Universuty Press.
[39] Swadesi, I.K.I. 2007. “Pengaruh Pelatihan Sirkuit Periode Istirahat 30 Detik dan 60 Detik Terhadap Kecepatan, Kelincahan, dan Volume Oksigen Maximal Pada Pemain Bola Basket”. Jurnal Penelitian dan pengembangan Sains & Humaniora. Vol 1, Agustus 2007. pp. 37-52.
[40] Tolison, Taylor. 2008. The Agility Ladder Drill Bible. http://www.agilityladderdrillbible.com.html diunduh pada tanggal 10 Nopember 2012.
[41] Wahyu Esa Wijaya, I Nyoman. 2012. Pelatihan Shuttle Run Dengan Metode Interval Training Terhadap Kecepatan Dan Kelincahan. Tesis Magister Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya.
[42] Wisloff, U., J. Helgerud, and J. Hoff. Strength and endurance of elite soccer players. Med. Sci. Sports Exerc. 30:462–467. 1998.
[43] Wisloff, U., C. Castagna, J. Helgerud, R. Jones, and J. Hoff. Strong correlation of maximal squat strength with sprint performance and vertical jump height in elite soccer players. Br. J. Sports Med. 38:285–288. 2004.
[44] Young, W.B., M.H. Mcdowell, and B.J. Scarlett. Specificity of sprint and agility training methods. J. Strength Cond. Res. 15:315–319. 2001.
[45] Young, W.B., R. James, and J.I. Montgomery. Is muscle power related to running speed with changes of direction? J. Sports Med. Phys. Fitness 42:282–288. 2002.
[46] Zulfikar. 2008. “Kontribusi Kecepatan Reaksi dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Reservice Olahraga Sepak Takraw”. Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Vol-4 No. 2, Juli 2008. pp. 115-123.
Published
2019-09-21
How to Cite
Efendi, D. I., & Ifa Aristia Sandra E. (2019). PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK KHOIRIYATUSSIBYAN. Prosiding SNasPPM, 4(1), 16-21. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/290