PENINGKATAN NILAI EKONOMIS TAPE PADA UMKM TAPE “NGANGENI” DI DUSUN MANGLI DESA KARANGSARI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI

  • Nunuk Nurchayati Universitas PGRI Banyuwangi
  • Hasyim As’ari Universitas PGRI Banyuwangi
  • Novi Prayekti Universitas PGRI Banyuwangi
Keywords: tape singkong, pengolahan produk, produk turunan, nilai ekonomi

Abstract

Program pengabdian ini dilakukan di Dusun Mangli Desa Karangsari Kecamatan Sempu Banyuwangi. Mitra dari program adalah pemilik UMKM tape “Ngangeni”. Permasalahan mitra adalah: 1) Hasil produk mitra masih berupa tape singkong; 2) belum mempunyai pengetahuan mengolah tape menjadi produk olahan bernilai ekonomi; 3) belum memiliki peralatan pengolahan dan pengemasan produk olahan turunan tape; 4) belum memiliki pengetahuan pemasaran untuk produk olahan tape; 5) masih menerapkan sistem manajemen kekeluargaan. Solusi yang ditawarkan dan target luarannya adalah: 1) Penyuluhan manfaat tape singkong untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan luaran jasa transfer pengetahuan manfaat tape singkong dan aneka olahan turunannya; 2) Pelatihan dan pendampingan serta kesempatan untuk praktek mandiri mengolah tape singkong menjadi produk ladrang tape, prol tape dan stik tape dengan luaran produk jadi olahan dengan nama brand “Ngangeni”, serta video rekaman kegiatan; 3) Pemberian alat pioneer untuk penunjang pembuatan produk olahan dan juga pengemas produk, dengan luaran diberikannya alat spinner, oven dan sealer; 4) Membuat draft pengajuan PIRT dari produk sehingga menjadi bekal dalam meningkatkan area pemasaran produk, dengan luaran draft pengajuan PIRT; 5) Memberi pelatihan manajemen pengelolaan usaha dengan luaran jasa analisis kelayakan usaha dan pembukuan sederhana. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan manfaat tape dan pentingnya produk turunan dari tape, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pembuatan olahan makanan ladrang tape, prol tape dan stik tape, praktek mandiri, pendampingan kemasan dan pemasaran  produk. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan keberdayaan masyarakat sebesar 75 % peningkatan produk dan 85 % peningkatan pengetahuan mitra dalam mengolah tape singkong menjadi olahan.

References

[1] Barus dan Wijaya. 2011. Mikrobiota dominan dan perannya dalam cita rasa “Tape” singkong. Journal of Biota. 16(2): 354-361.
[2] Asnawi M dkk. 2013. Karakteristik Tape Ubi Kayu (Manihot utilissima) Melalui Proses Pematangan dengan Menggunakan Pengontrolan Suhu. Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang
[3] Hasanah, H., Jannah, A., & Fasya, A.G. 2013. Pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol tape singkong (Manihot utilissima Pohl). Alchemy Journal of Chemistry. 2(1): 68-79.
[4] Nuraida, L., & Owens, J.D. 2014. Sweet, sour, alcoholic solid substrate fungal fermentations. Indigenous Fermented Foods of Southeast Asia. 137 (2): 56- 66.
[5] Wahyuni, R. Utomo, D., Novia, C. & Syaiful. 2015. Peningkatan nilai ekonomis wortel kualitas afkir menjadi krupuk dan dodol. Cyber Techn. 9(2): 53-57.
Published
2019-09-21
How to Cite
Nurchayati, N., As’ari, H., & Prayekti, N. (2019). PENINGKATAN NILAI EKONOMIS TAPE PADA UMKM TAPE “NGANGENI” DI DUSUN MANGLI DESA KARANGSARI KECAMATAN SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI. Prosiding SNasPPM, 4(1), 288-291. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/301