APAKAH KHARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PERILAKU IBU MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA

  • Trimardi Jaya Putra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perdagangan
  • Elfindri Elfindri Universitas Andalas
Keywords: Jamban, Mencuci tangan, Air Bersih

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh kharakteristik demografi anak dan perilaku ibu dalam meningkatkan status gizi anak balita di pedesaan Sumatera Barat. Gizi yang baik sangat penting untuk proses tumbuh kembang, pemeliharaan dan pemulihan kesehatan, serta imunitas anak. Semakin tinggi usia balita maka semakin banyak pula kebutuhan gizi yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Secara alamiah berdasarkan aktifitas, anak lelaki memerlukan asupan gizi yang lebih banyak. Anak usia balita belum bisa melakukan aktifitas sendiri, sehingga peran ibu sebagai orang pertama yang paling dekat dengan anak sangat penting. Perilaku ibu dalam menjalankan hidup bersih berpengaruh pada kesehatan anak balita. Penelitian ini menggunakan data primer dengan melakukan wawancara kepada 700 responden. Sedangkan pengolahan data dilakukan dengan analisa regresi berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menemukan bahwa umur dan jenis kelamin anak balita serta perilaku ibu dalam menggunakan jamban, dan perilaku ibu dalam mencuci tangan dengan sabun terbukti berpengaruh signifikan terhadap status gizi anak balita di pedesaan Sumatera Barat. Sedangkan variabel perilaku ibu dalam menggunakan air bersih tidak terbukti.

References

Alkire, S. & Foster J. Understandings and misunderstandings of multidimensional poverty measurement.The Journal of Economic Inequality. J Econ Inequal. 2011;9(2):289–314.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Sumatera Barat 2017.

Sri Nengsi(1) R. Hubungan Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. J Kesehat Masy [Internet]. 2017;3(6):720–2.

Saputra W, Nurrizka RH. Faktor Demografi dan Risiko Gizi Buruk dan Gizi Kurang. Makara Kesehat. 2012;16(2):95–101.

UNICEF. Ringkasan kajian Gizi Ibu dan Anak. UNICEF Indones. 2012;1–6.

Lestari TW. Pengaruh Pemberian Makan Balita Dan Pengetahuan Ibu Terhadap Status Gizi Balita Di Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang. 2013;1:310–9.

Mubasyiroh L, Aya ZC. Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Pada Anak 1000 Hari Pertama Kehidupan/ Golden Period Dengan Status Gizi Balita di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2018. J Ilmu Kesehat Bhakti Husada Heal Sci J. 2018;9(1):18–27.

Aritonang EA, Margawati A, Dieny FF. Analisis Pengeluaran Pangan, Ketahanan Pangan Dan Asupan Zat Gizi Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) Sebagai Faktor Risiko Stunting. J Nutr Coll. 2020;9(1):71–80.

Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan & Masyarakat Kementrian Kesehatan. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Balita Tahun 2017. 2017;1–150.

Lestari ND. Analisis Determinan Status Gizi Balita di Yogyakarta. Mutiara Med J Kedokt dan Kesehat. 2015;15(1):21–7.

Rahmawati FN, Mulyaningsih T, Daerobi A. Pengaruh Karakteristik Rumah Tangga, Keragaman Makanan, Lingkungan Hidup terhadap Status Gizi Balita The Impact of Household Characteristics, Dietary Diversity, the Environment on the Nutritional Status of Children Under Five. Media Kesehat Masy Indones. 2019;15(4):367–75.

Christin Angelina F.1, Agung Aji Perdana1 H. Faktor Kejadian Stunting Balita Berusia 6-23 Bulan Di Provinsi Lampung. J Dunia Kesmas Vol 7 Nomor 3 Juli 2018. 2019;38(2):127–34.

Elfindri E. Perubahan Eksternal, Soft Skills Dan Kurikulum Kesehatan. J Kesehat Komunitas. 2010;1(1):3.

Zairinayati, Purnama R. Hubungan Hygiene Sanitasi dan Lingkungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita. J Ilm Multi Sci Kesehat. 2019;10(1):78–91.

Candra Y, Hadi MC, Yulianty AE. Hubungan Antara Keadaan Sanitasi Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Diare Pada Balita Didesa Denbantas Tabanan Tahun 2013. J Kesehat Lingkung [Internet]. 2014;4(1):112–7.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No492/MENKES/PER/IV/2010. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. 2010. p. MENKES.

Permenkes No. 3 tahun 2014. Permenkes No. 3 tahun 2014. 2014;(c):1–43.

Rohmah N, Syahrul F. Hubungan Kebiasan Cuci Tangan dan Penggunaan Jamban Sehat Dengan Kejadian Diare Balita. J Berk Epidemologi. 2017;5(1):95–106.

Nicholson W. Mikroekonomi intermediate dan aplikasi. 2002.

Singh, I, Squire, L, Strauss J. Agricultural Household Models: Extensions Applications, and Policy. John Hopkins Univ Press. 1986;

Aritonang I. Model Multilevel Pertumbuhan Anak Usia 0-24 Bulan Dan Variabel Yang Mempengaruhinya. J Penelit dan Eval Pendidik. 2013;16:130–42.

Fitri J, Saam Z, Hamidy MY. Analisis Faktor-Faktor Risiko Infeksi Kecacingan Murid Sekolah Dasar Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2012. J Ilmu Lingkung. 2012;6(2):146–61.

Published
2020-08-22
How to Cite
Putra, T. J., & Elfindri, E. (2020). APAKAH KHARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN PERILAKU IBU MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA. Prosiding SNasPPM, 5(1), 25-31. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/309