PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN PARAMETER CVI (COASTAL VULNERABILITY

Authors

  • Marita Ika Joesidawati universitas pgri ronggolawe tuban

Keywords:

Tehnologi Inderaja, CVI, parameter fisik, parameter proses fisik, pesisir Tuban

Abstract

Tehnologi penginderaan jauh khususnya untuk oseanografi memiliki peranan dan kontribusi yang
besar dalam penyediaan informasi tentang kondisi biofisik perairan. Tehnologi inderaja ini juga mampu
mengidentifikasi secara cepat perubahan lingkungan laut serta dampaknya pada pesisir dan lautan, dan
karena mampu menghasilkan data lingkungan laut secara cepat, tehnologi inderaja satelit ini layak diterapkan
di Indonesia yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Dalam hal ini tehnologi inderaja merupakan salah
satu tehnologi alternatif yang dapat dikembangkan untuk pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.
Informasi spasial Indeks kerentanan pesisir (Coastal Vulnerability Index/CVI) di beberapa kota di kawasan
pesisir diperlukan dalam rangka antisipasi untuk mengurangi dampak kenaikan muka air laut (Sea Level
Rise/SLR) sangat dibutuhkan termasuk untuk wilayah pesisir Tuban. Tujuan penelitian ini adalah
mengembangkan metode pengolahan data penginderaan jauh untuk penentuan parameter terkait CVI
terhadap SLR dan mengembangkan analisis penilaian kerentanan pantai akibat SLR menggunakan 6
parameter fisik yaitu parameter geologi (geomorfologi, elevasi/ketinggian permukaan di wilayah pantai dan
perubahan garis pantai) dan parameter proses fisik laut (kenaikan muka laut relatif, rata-rata tunggang pasang
surut dan tinggi gelombang signifikan)

References

Abidin, H.Z., Andreas, H., Gumilar, I., Sidiq, T P., Gamal, M., Murdohardono D., Supriyadi, dan Fukuda, Y., 2010, Studying Land Subsidence in Semarang
(Indonesia) Using Geodetic Methods, FIG Congress 2010 Facing the Challenges Building the Capacity, Sydney, Australia 11-16 April 2010
Abuodha, P.A. and Woodroffe, C.D., 2006 Assessing Vulnerability of Coasts to Climate Change: A Review of Approaches and Their Application to the Australian
Coast 2006. http:/ / ro.uow.edu.au/ (diakses 2 Maret 2013)
Aerts, J., Major, D.Cavid C., Bowman, M J., Dircke, P., Marfai, MA., 2009, Connecting Delta Cities (Coastal Cities, Flood Risk Management and Adaptation to Climate
Change),VU University Press, Amsterdam
Alexandrakis, G., Karditsa, A., Poulos, S., Ghionis, G., and Kampanis, N.A., 2009 Vulnerability Assessment for to Erosion of the Coastal Zone to A Potential Sea Level
Rise: The Case Of The Aegean Hellenic Coast. Sydow, A. (Edt) Environmental Systems. Eolss Pub. Oxford ,UK
Beatley T, Browser D.J., dan Schwab A. K., 2002. An introduction to coastal zone management second edition , chapter-1 pp.1-12, Island Press.
Booggs., S. 2006. Principles Of Sedimentology And Stratigraphy fourth Edition. Library of Congress Cataloging-in-Publication Data. University of Oregon
Boruff, B.J.; Emrich, C, And Cutter, S,L., 2005. Erosion hazard vulnerability of US coastal counties.Journal of Coastal Research. 21(5), 932-942. West Palm Beach (Floridal, ISSN 0749-0208.
Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau -Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). 2004. Pedoman Mitigasi Bencana Alam di Wilayah Pesisir dan Pulau -Pulau Kecil. Departemen Kelautan Dan Perikanan. Jakarta.
Disaptono, S., 2008 Teknologi Adaptasi Kenaikan Paras Muka Air Laut di Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. [Slide]. Workshop Adaptasi Dan Mitigasi Kenaikan Paras Muka Air Laut Akibat Perubahan Iklim Diwilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. Millenium HotelJakarta, 28 November 2008
Fletcher S dan Smith HD., 2007 Geography and coastal management , Coastal Management 35(4):419-427.
Gornitz, V., C. Rosenzweig, and D. Hillel, 1997, Effects of anthropogenic intervention in the land hydrologic cycle on global sea level rise. Glob. Planet. Change, 14:147- 161, doi:10.1016/S0921-8181(96)00008-2.
Kumar, T.S., Mahendra, R.S., Nayak, S., Radhakrishnan, K., and Sahu, K.C. (2010) Coastal Vulnerability Assessment for Orissa State, East Coast of India. J Coast
Res, 26(3): 523–534
Marfai MA, dan King L ,2008, Tidal inundation mapping under enhanced land subsidence in Semarang, Central Java Indonesia. Nat Hazards 44:93-109. DOI 10.1007/s11069- 007-9144-z.
Nilay Kanti Barman, N.K., Chatterjee. S., and Khan.,A., 2015, Trends of Shoreline Position: An Approach to Future Prediction for Balasore Shoreline, Open
Journal of Marine Science 5: 13-25
Ojeda-Zújar, J., Álvarez-Francosi, J.I., MartínCajaraville, D., and Fraile-Jurado, P., 2009. El uso de las TIG para el cálculo del índice de Vulnerabilidad costera (CVI) ante una potencial subida del nivel del mar en la costa andaluza (España). GeoFocus, 9:83-100
Ozyurt, G. and Ergin, A. (2010) Improving Coastal Vulnerability Assessments to SeaLevel Rise: A New Indicator-Based Methodology for Decision Makers. J Coast
Res, 26(2): 265 – 273
Pendleton E. A., E. R.Thieler, dan S. J. Williams . 2005. Coastal Vulnerability Assessment of Gateway National Recreation Area (GATE) to Sea-Level Rise. U.S. Geological Survey. Virginia, USA
Pendleton,E.A.,E.R.Thieler,and S.J.Williams.2004. Coastal Vulnerability Assessment of Gulf Islands National Seashore (GUIS) to Sea-level Rise. Woods Hole, Mass.: U.S. Geological Survey.

Additional Files

Published

2017-02-25

How to Cite

Joesidawati, M. I. (2017). PENGOLAHAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN PARAMETER CVI (COASTAL VULNERABILITY. Prosiding SNasPPM, 1(1), 92–100. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/54