NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI BALIK SERAT CENTHINI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMA

  • Nurnaningsih Nurnaningsih Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah Jawa Serat Centhini karya Pakubuwana V serta sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa naskah Jawa berjudul Serat Centhini karya Pakubuwana V beserta informan. Data berupa teks Serat Centhini yang memuat nilai pendidikan karakter serta informasi dari informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi, analisis dokumen, dan wawancara informan. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah mulai reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini di antaranya: nilai pendidikan karakter dalam naskah Serat Centhini terdiri dari delapan belas nilai pendidikan karakter. Berdasarkan delapan belas nilai pendidikan karakter, peneliti menemukan sepuluh nilai pendidikan karakter yaitu jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, bersahabat dan komunikatif, cinta damai, demokratis, peduli sosial, dan tanggung jawab. Ditinjau dari aspek kompetensi yang terdapat dalam pembelajaran bahasa Jawa, naskah yang memuat tentang budaya, tradisi, dan adat istiadat Jawa, dan penggambaran tata krama yang runtut dan jelas. Dengan demikian, siswa dapat memperluas khasanah pengetahuan terkait dengan budaya Jawa serta nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah Jawa klasik Serat Centhini.

References

[1] Mulyana. (2014). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
[2] Anggara, Sahya. (2013). Sistem Politik Indonesia. Bandung: CV Pustaka Setia.
[3] Noor, Rohinah. (2011). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra Solusi Pendidikan Moral yang Efektif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
[4] De Ruyter, D. J., & Miedema, S. (2012). Moral education and development. Rotterdam: Springer Science & Business Media.
[5] Suseno, F.M. (2013). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: PT. Gramedia.
[6] Raffles, Thomas Stamford. 2014. The History of Java. Yogyakarta: Narasi.
[7] Listyarti, Retno. (2012). Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan Kreatif. Jakarta: Penerbit Erlangga.
[8] Srimulyani, Yuli. (2012). Pendidikan Budi Pekerti Dalam Membentuk Moral Anak. Junal Nasional UM Malang.
[9] Fauzi, A., Zainuddin, Z., & Atok, R. (2018). Penguatan karakter rasa ingin tahu dan peduli sosial melalui discovery learning. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 2(2), 83-93.
[10] Hashimov, E. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook and The Coding Manual for Qualitative Researchers.Matthew B. Milles, A. Michael Huberman, and Johny Saldana. Technical Communication Quarterly, https://doi.org/10.1080/10572252.2015.975966.
[11] Setyowati, Erna. (2009). Pendidikan Budi Pekerti Menjadi Mata Pelajaran di Sekolah. Journal of Educational Research, Vol 38 No 2.
[12] Nucci, L., & Narváez, D. (Eds.). (2014). Handbook of Moral And Character Education: New York and London. Routledge.
[13] Wibowo, Agus. (2013). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[14] Khalim, Samidi. (2009). Tradisi Lisan Masyarakat Jawa. Semarang: Prima Media Press.
[15] Achmad, S.W. (2017). Filsafat Jawa Menguak Filosofi, Ajaran, dan Laku Hidup Leluhur Jawa. Yogyakarta: Askara.
[16] Adisti, A. R. (2018). Internalization of Javanese Unggah-Ungguh (Etiquette) Character in Modern Era Through Personality Course at English Education Department. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 10(2), 216-230.
[17] Herusatoto, B. (2020). Mitologi Jawa. Yogyakarta: LKIS PELANGI AKSARA.
Published
2021-10-04
How to Cite
Nurnaningsih, N. (2021). NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI BALIK SERAT CENTHINI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMA. Prosiding SNasPPM, 6(1), 780-786. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/665