PEMANFAATAN JANTUNG PISANG MENJADI ABON YANG MEMILIKI NILAI JUAL DI DESA MENTOSO KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN

Authors

  • Arik Umi Pujiastuti Universitas PGRI Ronggolawe
  • Wendri Wiratsiwi Universitas PGRI Ronggolawe
  • Lulu Anggi Rhosalia Universitas PGRI Ronggolawe

Keywords:

Pemanfaatan, Jantung Pisang, Abon, Nilai Jual

Abstract

yang ada di Desa Mentoso Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban menyebabkan jantung pisang yang
dihasilkan juga besar. Pemanfaatan dan pengolahan jantung pisang yang ada masih belum optimal. Pada
dasarnya jantung pisang memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan makanan,
salah satunya sebagai abon. Selain itu, hampir semua penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani.
Lebih dari 50% lahan di desa ini merupakan lahan pertanian, yang terdiri dari 104,5 hektar merupakan lahan
persawahan dan 286,4 ha lahan perladangan. Luasnya lahan yang ada menjadikan tanaman pisang tumbuh
dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan abon dari
jantung pisang. Pelaksanaan pelatihan ini terdiri atas kegiatan sosialisasi dan dilanjutkan dengan praktik.
Kegiatan pelatihan pembuatan Abon dari jantung pisang diikuti oleh seluruh anggota PKK dan para remaja
putri desa Mentoso dengan antusias. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta
pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan telah memperoleh informasi tentang pembuatan
Abon dari jantung pisang. Hasil dari pelatihan pembuatan Abon ini adalah anggota PKK dan remaja putri
mampu mengolah jantung pisang menjadi Abon sebagai makanan yang memiliki nilai jual. Selain itu,
anggota PKK dan remaja putri mampu mengembangkan olahan Abon dari jantung pisang menjadi tambahan
penghasilan masyarakat. Anggota Pengmas bekerja sama dengan koperasi unit desa Mentoso untuk
memasarkan olahan Abon dari jantung pisang. Pihak koperasi unit desa Mentoso menyatakan bahwa
mereka akan menerima secara terbuka hasil pengolahan Abon dari jantung pisang oleh masyarakat.

References

Dalimartha, Setiawan. (2003). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Fachruddin, Lisdiana. (1997). Teknologi Tepat Guna: Membuat Aneka Abon.Yogyakarta: Kanisius.
Lingga, Lanny. (2010). Plus Minus 54 Jenis Sayuran; Cerdas Memilih Sayuran. Jakarta: Agromedika Pustaka.
Montenggomena, Muhammad Faesal. (2014). Pemanfaatan Jantung Pisang untuk Makanan dan Kesehatan. Diunduh pada tanggal 20 April 2016 pukul 18.30.
http://ntb.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=925:pemanfaatan-jantung-pisanguntuk-aneka-makanan-dankesehatan&catid=53:artikel&Itemid=49
Putro, Bambang Eko dan Rosita, Tita. (2004). Mengembangkan Kreativitas, Membidik Peluang: Membuat Dendeng Rendah Kolesterol dari Jantung Pisang. Jakarta:
AgroMedia Pustaka.
Rasyid, Harun Nur. (2004). Ensiklopedi Makanan Tradisional Indonesia (Sumatera). Sumatera: Direktoral Jendral Kebudayaan Sumatera.
Rini, Ayu. (2007). Lauk Sehat dan Awet dari Bahan Nabati. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Supriyadi, Ahmad dan Suyanti. (2008). PISANG; Budi Daya, Pengolahan, dan Prospek Pasar. Jakarta: Penebar Swadaya

Additional Files

Published

2017-02-25

How to Cite

Pujiastuti, A. U., Wiratsiwi, . W. ., & Rhosalia, L. A. . (2017). PEMANFAATAN JANTUNG PISANG MENJADI ABON YANG MEMILIKI NILAI JUAL DI DESA MENTOSO KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN. Prosiding SNasPPM, 1(1), 152–155. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/71