JENIS TUMBUHAN DALAM UBO RAMPE UPACARA ADAT TINGKEBAN DI DESA LERAN KULON KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN

  • Arwa Ainur Rohmah Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
  • Hesti Kurniahu Universitas PGRI Ronggolawe
Keywords: tingkeban, cempaka putih, kelapa gading

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu upaya dalam mengelola sumber daya hayati yaitu dengan menggunakan pendekatakan kearifan lokal. Upacara adat tingkeban merupakan salah satu produk  kearifan lokal dilokasi Desa Leran Kulon Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan untuk ubo rampe penunjang upacara adat tingkeban. Jenis tumbuhan yang digunakan sebagai ubo rampe penunjang upacara adat tingkeban diperoleh dari hasil survey terhadap 160 responden yang tersebar dalam 5 dusun di Desa Leran Kulon dan 10 orang yang terlibat dalam upacara dan tokoh agama. Identifikasi bahan baku dilakukan secara langsung menggunakan lembar observasi kemudian hasilnya dibandingkan dengan referensi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif kualitatif dengan cara mengelompokkan jenis tumbuhan meliputi nama daerah, nama latin, famili, ciri morfologi dan makna simbolik tumbuhan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang digunakan sebagai ubo rampe penunjang upacara adat tingkeban yaitu  bunga cempaka putih (Michelia alba) , bunga cempaka  kuning (Michelia champaca L.),  kelapa gading  hijau (Cocos viridis), kelapa gading  kuning  (cocos eburen) dan pisang (Musa paradisica). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 5 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan penunjang ubo rampe upacara adat tingkeban.

References

DAFTAR PUSTAKA

[1] H. W. Kelana, T. Hidayat, and A. Widodo, “Pewarisan Pengetahuan dan Keterampilan Identifikasi Keanekaragaman Tanaman Padi Lokal pada Generasi Muda Kasepuhan Adat Banten Kidul” in Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 2016, vol. 13, no. 1, pp. 255–262.
[2] M. Rachman, “Konservasi Nilai dan Warisan Budaya,” Indones. J. Conserv., vol. 1, no. 1, 2012.
[3] L. Hakim, “Etnobotani dan Manajemen Kebun Pekarangan Rumah,” Jawa Timur Penerbit Selaras, 2014.
[4] R. H. Ristanto, A. Suryanda, A. I. Rismayati, A. Rimadana, and R. Datau, “Etnobotani: Tumbuhan Ritual Keagamaan Hindu-Bali,” JPBIO (Jurnal Pendidik. Biol., vol. 5, no. 1, pp. 96–105, 2020.
[5] H. Kurniahu, A. Rahmawati, and R. Andriani, “Identifikasi Tumbuhan dalam Bahan Baku Minuman Tradisional khas Tuban Jawa Timur,” Bioma J. Ilm. Biol., vol. 10, no. 1, pp. 55–68, 2021.
[6] R. N. Ramdhini. Anatomi Tumbuhan. Yayasan Kita Menulis, 2021.
[7] R. Latifa, “Karakter Morfologi Daun Beberapa Jenis Pohon Penghijauan Hutan Kota di Kota Malang,” Res. Rep., 2016.
[8] Y. Sari, B. Afriyansyah, and L. Juairiah, “Pemanfaatan Daun sebagai Pembungkus Makanan di Kabupaten Bangka Tengah” EKOTONIA J. Penelit. Biol. Bot. Zool. dan Mikrobiol., vol. 4, no. 2, pp. 48–56, 2019.
[9] B. R. Noviadji, “Desain Kemasan Tradisional dalam Konteks Kekinian,” Artika, vol. 1, no. 1, pp. 10–21, 2014.
[10] R. Hulyati and A. Arbain, “Studi Etnobotani pada Tradisi Balimau di Kota Pariaman, Sumatera Barat,” J. Biol. Unand, vol. 3, no. 1, 2014.
[11] I. Wikananda, M. A. Hendrayana, and K. J. P. Pinatih, “Efek Antibakteri Ekstrak Ethanol Kulit Tanaman Cempaka Kuning (M. champaca L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus,” J. Med., 2019.
[12] R. T. Ningsih, G. Gunawan, and E. D. Pujawati, “Kajian Pemanfaatan Tumbuhan Bunga pada Masyarakat Suku Banjar di Kecamatan Karang Intan Kalimantan Selatan,” Bioscientiae, vol. 13, no. 1, 2017.
[13] L. Susanti, “Pengaruh Ketinggian Habitat Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Pengembangbiakan Bacillus thuringiensis H-14 dan Toksisitasnya terhadap Jentik (Anopheles aconitus),” Media Penelit. dan Pengemb. Kesehat., vol. 23, no. 1, p. 20801, 2013.
[14] F. M. Pratiwi and P. K. Sutara, “Etnobotani Kelapa (Cocos nucifera L.) di Wilayah Denpasar dan Bandung.” Jurnal Simbiosis. vol. 1, no. 02, pp. 102- 111.
[15] M. S. Ami and E. A. Candra, “Identifikasi Tumbuhan dalam Masakan Tradisional Urap-urap sebagai Materi Penyusunan Buku Referensi Taksonomi Tumbuhan,” Edubiotik J. Pendidikan, Biol. dan Terap., vol. 4, no. 02, pp. 83–92, 2019.
[16] N. Sahara, R. Fitria, and A. Efi, “Utilization of Young Coconut Fibers as Textile Dyes,” Proceeding Second International Conference on Cullinary, Fashion, Beauty, and Tourism (ICCFBT) 2020.
[17] N. I. Mukhoyyaroh and L. Hakim, “Etnobotani Pemanfaatan Pisang Lokal (Musa spp.) di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang,” Biotropika J. Trop. Biol., vol. 8, no. 1, pp. 43–53, 2020.
Published
2021-08-28
How to Cite
Arwa Ainur Rohmah, & Kurniahu, H. (2021). JENIS TUMBUHAN DALAM UBO RAMPE UPACARA ADAT TINGKEBAN DI DESA LERAN KULON KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN. Prosiding SNasPPM, 6(1), 389-394. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/728