KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PESISIR PANTAI PANDANGAN WETAN SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN

  • Supiatun Supiatun Universitas PGRI Ronggolawe Tuban Jawa Timur
  • Riska Andriani Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Keywords: Keragaman, Makrozoobentos, Desa Pandangan Wetan

Abstract

ABSTRAK

Keragaman makrozoobentos di pesisir pantai Desa Pandangan Wetan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang belum banyak diungkap, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator lingkungan.Pengambilan data dilakukan pada bulan April – Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode purpose sampling dalam menentukan titik sampling lokasi penelitian dan pembuatanplot menggunakan metode line transect. Stasiun penelitian tersiri dari 4 stasiun dengan tiga kali pengulangan yakni stasiun I, stasiun II, stasiun III, dan stasiun IV. Hasil penelitian ditemukan 24 spesies makrozoobentos terdiri dari 13 jenis dari kelas Bivalvia (filum Mollusca) yaitu spesies Anadara auriculata, Anadara inflata, Donax  frunculus, Donax sordidus, Donax variabilis, Caryocorbulata ovulate, Hiatella orientalis, Lucinoma borealis, Eastonia rugosa, Modiolus modiolus, Perna viridis, Misia undata, Cyclotellina diskus,10 jenis dari kelas Gastropoda (filum Mollusca) yaitu spesies Anatoma kelseyi, Cassis cornuta, Chryseofusus graciiformis, Cranopsis pileolus, Emarginula dictya, Cheilea equestris, Murex acanthostephes, Euspira catena, Calpurnus verrucosus, Clanthroterebra joelbratschi, 1 jenis dari kelas Insecta (filum Arthropoda) yaitu spesies Solenopsis (semut merah kecil). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks diversitas (H’) makrozoobentos di titik I (1,912), titik II (1,198), dan titik III (1,69). Ketiga stasiun tersebut mengindentifikasi bahwa keragaman sedang dan kondisi kualitas lingkungan perairan dalam keadaan setengah tercemar.Kualitas perairan laut di sekitar pesisir pantai desa Pandangan Wetan Kragan kabupaten Rembang membutuhkan sedikit perhatian untuk mengurangi pencemaran lingkungan terutama pada sampah dari plastik.

 

Kata Kunci: keragaman; makrozoobentos; pandangan wetan

References

[1] A. Syakir, “Kesejahteraan Sosial Nelayan Tradisional Di Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah,” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyaka, 2017.
[2] Anonim, “Kawasan Pesisir,” 2019. .
[3] R. Juwita, “Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Sebukhas Di Desa Bumi Agung Kecamatan Belalau Lampung Barat,” Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2017.
[4] R. Lestari, “Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Way Kedamaian Bandar Lampung,” Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019.
[5] L. Ratih, W. Prihanta, and E. Susetyarini, “Inventarisasi Keanekaragaman Makrozoobentos Di Daerah Aliran Sungai Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto Sebagai Sumber Media Belajar Biologi SMA Kelas X.,” J. Pendidik. Biol. Indones. Jur. Pendidik. Biol. FKIP. Univ. Muhammadiyah Malang, vol. 2, pp. 158–169, 2016.
[6] Dahuri, Rais, Ginting, and Sitepu, Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita, 2008.
[7] T. W. C. Putranto, R. Andriani, A. Munawwaroh, B. Irawan, and A. Soegianto, “Effect of cadmium on survival, osmoregulation and gill structure of the Sunda prawn, Macrobrachium sintangense (de Man), at different salinities,” Mar. Freshw. Behav. Physiol., vol. 47, no. 5, pp. 349–360, 2014, doi: 10.1080/10236244.2014.940703.
[8] S. Rahmaningsih, R. Andriani, and H. Pujiastutik, “Effect of Majapahit (Crescentia cujete L.) Fruit Powder on the Immune Profile of Litopenaeus vannamei After Infection with Vibrio spp.,” Vet. World World, vol. 14, no. 6, pp. 1480–1486, 2021.
[9] Fachrul, Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
[10] Marpaung, “Keanekaragaman Makrozoobentos di Ekosistem Mangrove Silvofishery dan Mangrove Alami Kawasan Ekonomi Wisata Pantai Boe Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar,” Universitas Hasanudin Makasar, 2013.
[11] Arsy, Yunasfi, and Harahap, “Komunitas Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Kecamatan Liukang Labu Kabupaten Deli Serdang,” Universitas Sumatra Utara, 2014.
[12] R. Andriani and Hartini, “Toksisitas Limbah Cair Industri Batik Terhadap Morfologi Sisik Ikan Nila Gift (Oreochomis Nilotocus),” None, vol. 1, no. 2, pp. 32–40, 2017.
[13] Riky, “Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Indikator Kualitas Perairan Kampung Baru Kecamatan Tanjungpinang Barat Kota Tanjungpinang,” Universitas Maritim Raja Ali Haji, 2017.
[14] Islami, “Pengaruh Suhu dan Salinitas Terhadap Bivalvia,” Oseana, pp. 1–10, 2013.
[15] A. Malik, “Pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Sepanjang Berbasis Ekowisata Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta.,” Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2019.
Published
2021-08-28
How to Cite
Supiatun, S., & Andriani, R. (2021). KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PESISIR PANTAI PANDANGAN WETAN SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN. Prosiding SNasPPM, 6(1), 303-307. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/767