INTEGRASI METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) UNTUK MENGEVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI BATUAN ANDESIT DI PT ARGA WASTU SLUKE REMBANG

Studi kasus di PT Arga Wastu Sluke Rembang

Authors

  • Alif Ma'rufan universitas pgri ronggolawe tuban
  • Nanang Wicaksono universitas pgri ronggolawe tuban

Keywords:

manufaktur, pertambangan, skripsi k3, alat pelindung diri, batuan split, bahaya kerja, jurnal industri, artis, penyakit kerja, topsis, fmea

Abstract

PT Arga Wastu merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang penambangan penunjang konstruksi berspesialis dalam penyediaan bahan gilingan C berupa batu andesit Proses produksi batu andesit ini terdiri dari Pengeboran (Drilling), Sub-drilling, Penutup (Stemming), Peledakan (Blasting) dan Penghancuran (Crushing). Pada setiap proses kegiatan yang dilakukan berhubungan langsung dengan kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan. Kegiatan yang berisiko kecelakaan kerja dengan kategori tergolong kecelakaan berat yang dialami oleh pekerja dikarenakan pekerja mengalami insiden terjatuh di bebatuan sekitar, pekerja mengalami gangguan pernafasan akibat terhirup debu dan gangguan perih pada mata. Metode yang digunakan yaitu metode FMEA dan metode TOPSIS. Metode FMEA bertujuan untuk mengidentifikasikan risiko kecelakaan kerja dan metode TOPSIS digunakan untuk menentukan alternatif dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan metode FMEA teridentifikasi sebanyak (“MASIH DALAM PROSES”) risiko kecelakaan kerja. Diagram pareto sebagai penentuan prioritas masalah dan pada metode TOPSIS diperoleh keputusan ideal yaitu (“MASIH DALAM PROSES”).

References

[1] Agustin, Ranti. 2019. Analisa Risiko K3 dengan menggunakan metode FMECA dan TOPSIS pada pembuatan kain tenun. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Program Sarjana.
[2] Aryatiningsih, D.S., dan Dewi, H. 2015 Kejadian Kecelakaan Kerja Pekerjaan Aspal Mixing Plant (AMP) & Batching Plant di PT. LWP Pekanbaru Tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
[3] BPJS Ketenagakerjaan. 2020. “Jumlah Kecelakaan Kerja di Indonesia Masih Tinggi.”Jakarta: Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.. (https://www.merdeka,com/uang/kemenaker-catat-kecelakaan-kerja-di-2020-naik-menjadi-177000-kasus,html., diakses 5 Mei 2021)
[4] Endroyo, Bambang. 2009 “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Konstruksi”. Jurnal Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Semarang. Program Sarjana.
[5] Hartanto, E.T., Udisubakti. C., dan Ahmadi. 2016 Aplikasi Failure mode Effect and Criticality Analysis (FMECA) Dalam Penentuan Interval Waktu Penggantian Komponen Kritis Radar JRC JMA 5310 Pada KRI Satuan Kapal Patroli Koarmatim. STTAL
[6] ILO. 1991. Safety and Health in Opencast Mines. Geneva, Switzerland: International LabourOrganization. (http://goo.gl/ueh69T Diakses 6 Mei 2021)
[7] Junaidi. 2019 “Perbaikan SMK3 dengan menggunakan metode FMEA, RCA, TOPSIS pada statiun proses PT XYZ”. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Program Sarjana.
[8] Linda, Nuriawati. 2017 “Evaluasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Jurusan TIPTL SMK Negeri 1 Magelang”. Universitas Negeri Yogyakarta. Program Sarjana.
[9] Putera, H.N.E., Arief. S., dan Aulia. N. R.2018. Analisis Risiko Menggunakan Metode FMECA dan Metode TOPSIS Untuk Penentuan Prioritas Perbaikan Pada Stean Turbine di Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Proceeding 1st Conference on Safety Engineering and Its Application. Program Sarjana.
[10] Putera, Reza Indradi., Sri Harini.2017 “Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadapa Jumlah Penyakit Kerja dan Jumlah Kecelakaan Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Karyawan PT. Hanei Indonesia)”. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Djuanda, Vol. 3, No. 1. Bogor.
[11] SCORE. 2013 Modul Lima Kesehatan dan Keselamatan Kerja ditempat Kerja. International Labour Office: Jakarta.
[12] Soputan, Gebby., Bonny Sompie., dan Robert Mandagi. 2014 “Manajemen Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)(Study Kasus Pada Pembangunan Gedung Sma Eben Haezar)”, Jurnal Ilmiah Media Engineering Universitas Sam Ratulangi, Vol.4, No.4. Manado.
[13] Sucita, I Ketut., Agung Budi Broto.2014 “Indentifikasi dan Penanganan Risiko K3 Pada Proyek Konstruksi Gedung (Studi Kasus Pada Proyek Gedung Centro City Recidences). Jurnal Sipil Politeknik Negeri Jakarta, Vol.10, No.1, Jakarta.
[14] Suma’mur. 1981 “Keselamatan Kerja & Pencegahan Kecelakaan”, Penerbit CV. Haji Masagung,Jakarta.
[15] Wardhani, Safari. 2019 “Identifikasi dan analisis risiko kecelakaan kerja pada proses pengolahan santan di PT XYZ menggunakan metode FMEA dan TOPSIS”. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Program Sarjana.

Additional Files

Published

2021-08-28

How to Cite

Ma'rufan, A., & Wicaksono, N. (2021). INTEGRASI METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) UNTUK MENGEVALUASI RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI BATUAN ANDESIT DI PT ARGA WASTU SLUKE REMBANG: Studi kasus di PT Arga Wastu Sluke Rembang. Prosiding SNasPPM, 6(1), 602–613. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/SNasPPM/article/view/833