STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA

  • Nana Ariyana
Keywords: strategi metakognitif, teknik scaffolding, dan pemecahan masalah matematis

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran metakognitif dengan teknik scaffolding untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pembelajaran matematika saat ini tidak hanya menekankan pada peningkatan hasil belajar tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan beberapa kemampuan salah satunya yaitu kemampuan pemecahan masalah (problem solving). Dalam matematika, untuk dapat menyelesaikan suatu masalah sangat penting adanya aspek kemampuan metakognitif. Sehingga pada proses pembelajarannya dibutuhkan suatu inovasi seperti strategi pembelajaran metakognitif dengan langkah-langkah pembelajaran, yaitu: (1) mengidentifikasi “apa yang kau ketahui dan apa yang kau tidak diketahui”, (2) berbicara tentang berpikir (talking about thinking), (3) membuat jurnal berpikir (keeping thinking journal), (4) membuat perencanaan dan regulasi diri, (5) melaporkan kembali proses berpikir (debriefing thinking process), (6) evaluasi diri (self evaluation). Penggunaan strategi metakognitif didasarkan pada pengertian bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa adalah kemampuan siswa dalam mengkoordinasikan pengalaman, pengetahuan, pemahaman dan intuisi dalam rangka mencari jalan keluar atau ide berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dan untuk memenuhi semua itu diperlukan suatu pengembangan kognitif siswa supaya  mampu berpikir  secara  logis  dan  mampu  mengadakan penalaran secara abstrak mengenai masalah-masalah aktual dan hipotesisi. Adapun untuk membantu terealisasinya strategi pembelajaran metakognitif tersebut maka dibrikan teknik scaffolding, dalam pembelajarannya guru membantu siswa pada tahap pembelajaran seperti arahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

References

Arifin, Zaenal. 2010. Membangun Kompetensi Pedagogis Guru Matematika. Sura- baya: Lentera Cendikia.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Catharina, Reviea.2004. Model-Model Pembelajaran Efektif. Tersedia pada http://catharina.blogspot.com/Model-Model-Pembelajaran-Efektif.pdf. Di- akses pada 27 Desember 2013.

Husamah dan Yanur Setyaningrum. 2013. Desain Pembelajaran Berbasis Perencanaan Kompetensi Panduan Merencancang Pembelajaran untuk Mendukung Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Murni, Atma. 2010. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Metakognitif Berbasis Masalah Kontekstual. Jurnal Matematika

Priyatni, Endah Tri. 2009. (Online), http://sastra.um.ac.id/wp- content/uploads/2009/10/ Peningkatan- Kompetensi- Menulis- Paragraf- dengan- Teknik- Scaffolding-Endah-Tri-Priyatni.pdf?q=sari-penelitian- pembelajaran.html, diakses pada 27 Desember 2013.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Sumanto. 2014. Psikologi Perkembangang: Fungsi dan Teori. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).

Susanto, Ahmad. 2013. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Published
2014-08-04
How to Cite
Ariyana, N. (2014). STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DENGAN TEKNIK SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika, 5(1), 235-246. Retrieved from http://prosiding.unirow.ac.id/index.php/snmpm/article/view/27