KARAKTERISASI HIDANGAN DALAM UPACARA ADAT SURONAN OLEH KAWRUH BATIN TULIS TANPA PAPAN KASUNYATAN di TUBAN JAWA TIMUR

Authors

  • Dian Asrofi
  • Hesti Kurniahu

Keywords:

KBTTPK, Suronan, karakterisasi hidangan, keanekaragaman hayati, pelestarian budaya

Abstract

Upacara Suronan yang digelar oleh Kawruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan (KBTTPK) Cabang Tuban mencerminkan kekayaan nilai spiritual yang berpadu erat dengan simbol-simbol ekologis. Bukan sekadar seremoni budaya, tradisi ini dipahami sebagai jalan batin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus membersihkan hati secara spiritual dimana dalam kegiatan ini KBTTPK menyajikam hidangan khas. Fokus penelitian ini adalah mendalami karakteristik hidangan yang disajikan dalam prosesi Suronan serta mengungkap makna simbolik dari tiap unsur alam yang digunakan. Metode yang dilakukan dalam penlitian ini adalah observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas serta tamu undangan untuk menjadi metode utama dalam menggali informasi. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa hidangan yang disuguhkan berupa Nasi tumpeng, nasi kuning, nasi golong, ayam panggang, bubur suro 7 warna, polo pendem, polo gemandul, bumbu nasi kuning, bumbu nasi tumpeng, gedang ulin, gedang rojo, kopi. Tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi, tetapi juga mengandung pesan-pesan simbolis yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Makanan fermentasi membawa kehadiran mikroorganisme sebagai bagian dari ritual; tumbuhan digunakan sebagai lambang kesuburan dan anugerah; sedangkan hewan melambangkan makna pengorbanan dan perjalanan spiritual. Penggunaan unsur alam ini memperlihatkan bagaimana praktik budaya lokal mampu merangkul sekaligus merawat nilai-nilai ekologis dan spiritual dalam satu kesatuan tradisi.

References

Annisah, A. (2025). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Materi Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Obat Suku Tidung Pada Peserta Didik Kelas X Di Sma Negeri 3 Kabupaten Nunukan. Universitas Muhammadiyah Malang.

Apriansyah, M. A. (2024). Pengembangan e-modul Berbasis Etnosains pada Materi Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Obat Suku Bugis. IAIN Parepare.

Cahyo, A. A. R., Suyatno, S., & Mulyono, M. (2024). Unsur kebudayaan dalam novel misteri pantai mutiara karya Erlita Pratiwi dan implikasinya terhadap media pembelajaran BIPA. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(1), 64–76.

Febrianty, Y., Pitoyo, D., Masri, F. A., Anggreni, M. A., & Abidin, Z. (2023). Peran kearifan lokal dalam membangun identitas budaya dan kebangsaan. El-Hekam, 7(1), 168–181.

Gautama, C., Permatasari, L., & Rony Setiawan, R. (2017). Ensiklopedia kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi.

H Arifien Jahri W, A. P. M. (2022). Shaum Chemistry. Amzah.

Herunanda, A., Syamswisna, S., & Mardiyyaningsih, A. N. (2023). Kelayakan buku saku submateri keanekaragaman hayati berdasarkan tumbuhan upacara adat. Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains, 12(1), 34–41.

Istiqomah, N., Sardjono, S., & Waryanti, E. (2022). Simbolisme Kembar Mayang Dalam Pernikahan Adat Jawa di Kabupaten Kediri. Prosiding Semdikjar (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 5, 566–587.

Jainuddin, N. (2023). Dampak deforestasi terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem. HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis, 1(2), 131–140.

Ju, R. J., Yoesoef, M., & Setyani, T. I. (2022). Culinary as A Representation of Nationalism in The Novel Pulang by Leila S. Chudori Makanan Sebagai Representasi Nasionalisme dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudori. Jurnal Kata: Vol, 6(2), 217.

Ningrum, K. L. S. W., & Arsana, I. W. (2022). Makna Sarana Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) Di Desa Jubel Kidul Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Jurnal Magister Hukum PERSPEKTIF, 13(1), 38–49.

Pianto, H. A., Hadi, S., & Nurcholis, A. (2022). Tradisi tumpengan: simbol kehidupan masyarakat Jawa. Bandar Maulana: Jurnal Sejarah Kebudayaan, 27(1).

Pranoto, D. S. (2024). Menyelami Makna dan Filosofis Budaya Tumpeng sebagai Simbol Identitas Kearifan Lokal Bagi Masyarakat. Advances In Social Humanities Research, 2(3), 415–426.

Sampe, J., Maknun, T., & Iswary, E. (2022). Dimensi Praksis Sosial Leksikon Flora dalam Kada Tominaa pada Acara Ma’bua’Suku Toraja Analisis Ekolinguistik. Gema Wiralodra, 13(2), 858–882.

Septia, R. (2024). Ritual Sesajen pada Pelaksaan Upacara Pernikahan Adat Jawa. TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, Dan Humaniora, 2(2), 56–63.

Suwandojo, D. P. (2021). Pelestarian Ayam Ingkung Sebagai Ikon Budaya Wisata Kuliner Kampung Ingkung, Pajangan, Bantul Yogyakarta. Seminar Nasional Kepariwisataan (SENORITA)# 2 2021.

Utami, S. D., Purnomo, S., & Wijaya, S. (2024). Kontribusi Kebudayaan Nasional Dalam Pendidikan Di Sekolah Dasar. Esensi Pendidikan Inspiratif, 6(1).

Wachidah, L. R., Sudikan, S. Y., & Ahmadi, A. (2025). Makanan Sebagai Representasi Tradisi Sosial dan Budaya: Kajian Gastrosemiotik Dalam Cerita Rakyat Kuliner. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 555–578.

WAHAB, F. (2017). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Yang Terdapat Di Dalam Simbol-Simbol Sesaji Pada Upacara Selametan Di Desa Sayutan Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Wirayudha, M. A. (2025). Tradisi Penyediaan Sesajen Dalam Pembacaan Manakib Pada Masyarakat Banjar Perspektif Hukum Islam. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 180–187.

Downloads

Published

2025-11-04